2/09/2013

Prosedur metode Maudhu’i menurut al-Farmawi



A.    Prosedur metode Maudhu’i (tematik) menurut al-Farmawi adalah sebagai berikut:

1.      Menetapkan masalah yang akan dibahas (topic)
2.      Menghimpun ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah tersebut
3.      Menyusun runtutan ayat-ayat sesuai dengan masa turunya, disertai pengetahuan tentang asbab an-nuzul-nya
4.      Memahami korelasi ayat-ayat tersebut dalam suratnya masing-masing
5.      Menyusun pembahasan dalam kerangka yang sempurna (out line)
6.      Melengkapi pembahasan dengan hadis-hadis yang relevan dengan pokok bahasan
7.      Mempelajari ayat-ayat tersebut tersebut secara keseluruhan dengan jalan menghimpun ayat-ayatnya yang mempunyai pengertian yang sama, atau mengompromikan antara yang ‘am (umum) dan yang khosh (khusus, mutlak dan muqoyyad (terikat), atau yang pada lahirnya bertentangan, sehingga semuanya bertmu dalam satu muara, tanpa perbedaan atau pemaksaan

B. Semantik
Semantik adalah ilmu yang mempelajari "makna" dari elemen-elemen bahasa (baik itu kosakata maupun tata bahasa). Untuk mempelajari "makna" inilah diperlukan pengetahuan mengenai sudut pandang pengguna bahasanya (tidak harus selalu suatu bangsa. Bisa jadi hanya suku, sekelompok orang di suatu kota, atau bahkan individu tertentu).
            Izutsu menggunakan metode analisis semantik atau konseptual terhadap bahan-bahan yang disediakan oleh kosa kata al-qur’an yang berhubungan dengan beberapa persoalan yang paling kongkrit dan melimpah yang dimunculkan oleh bahasa al-qur’an.yang dimaksud semantik dalam kajian izutsu disini adalah kajian analitik terhadap istilah-istilah kunci suatu bahasa dengan suatu pandangan yang akhirnya sampai pada pengertian konseptual weltanschauung atau pandangan dunia masyarakat yang menggunakan bahasa itu , tidak hanya sebagai alat bicara dan berfikir , tetapi lebih penting lagi , pengkonsepan dan penafsiran dunia yang melingkupinya
Menurut izutsu Alqur’an bisa didekati dengan sejumlah cara pandang/pendekatan yang beragam seperti teologi psikologi,sosiologi, tata bahasa dan lain-lain namun dari sekian banyak pendekatan yang ada beliau konsisten menggunakan pendekatan linguistik khususnya semantik alqur’an. Menurut Thohisiko isutzu semantic dibag menjadi dua yaitu:
a.       Semantik sinkronik
b.      Semantik diakronik

Tidak ada komentar: