1.
Menetapkan
masalah yang akan dibahas (topic)
2.
Menghimpun
ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah tersebut
3.
Menyusun
runtutan ayat-ayat sesuai dengan masa turunya, disertai pengetahuan tentang asbab
an-nuzul-nya
4.
Memahami
korelasi ayat-ayat tersebut dalam suratnya masing-masing
5.
Menyusun
pembahasan dalam kerangka yang sempurna (out line)
6.
Melengkapi
pembahasan dengan hadis-hadis yang relevan dengan pokok bahasan
7.
Mempelajari
ayat-ayat tersebut tersebut secara keseluruhan dengan jalan menghimpun
ayat-ayatnya yang mempunyai pengertian yang sama, atau mengompromikan antara
yang ‘am (umum) dan yang khosh (khusus, mutlak dan muqoyyad
(terikat), atau yang pada lahirnya bertentangan, sehingga semuanya bertmu dalam
satu muara, tanpa perbedaan atau pemaksaan
B. Semantik
Semantik adalah
ilmu yang mempelajari "makna" dari elemen-elemen bahasa (baik itu
kosakata maupun tata bahasa). Untuk mempelajari "makna" inilah
diperlukan pengetahuan mengenai sudut pandang pengguna bahasanya (tidak harus
selalu suatu bangsa. Bisa jadi hanya suku, sekelompok orang di suatu kota, atau
bahkan individu tertentu).
Izutsu menggunakan metode analisis semantik atau konseptual terhadap bahan-bahan yang disediakan oleh kosa kata al-qur’an yang berhubungan dengan beberapa persoalan yang paling kongkrit dan melimpah yang dimunculkan oleh bahasa al-qur’an.yang dimaksud semantik dalam kajian izutsu disini adalah kajian analitik terhadap istilah-istilah kunci suatu bahasa dengan suatu pandangan yang akhirnya sampai pada pengertian konseptual weltanschauung atau pandangan dunia masyarakat yang menggunakan bahasa itu , tidak hanya sebagai alat bicara dan berfikir , tetapi lebih penting lagi , pengkonsepan dan penafsiran dunia yang melingkupinya
Izutsu menggunakan metode analisis semantik atau konseptual terhadap bahan-bahan yang disediakan oleh kosa kata al-qur’an yang berhubungan dengan beberapa persoalan yang paling kongkrit dan melimpah yang dimunculkan oleh bahasa al-qur’an.yang dimaksud semantik dalam kajian izutsu disini adalah kajian analitik terhadap istilah-istilah kunci suatu bahasa dengan suatu pandangan yang akhirnya sampai pada pengertian konseptual weltanschauung atau pandangan dunia masyarakat yang menggunakan bahasa itu , tidak hanya sebagai alat bicara dan berfikir , tetapi lebih penting lagi , pengkonsepan dan penafsiran dunia yang melingkupinya
Menurut izutsu Alqur’an bisa didekati dengan sejumlah cara
pandang/pendekatan yang beragam seperti teologi psikologi,sosiologi, tata
bahasa dan lain-lain namun dari sekian banyak pendekatan yang ada beliau
konsisten menggunakan pendekatan linguistik khususnya semantik alqur’an. Menurut Thohisiko isutzu semantic dibag menjadi dua yaitu:
a.
Semantik
sinkronik
b.
Semantik
diakronik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar